Asumsi

“Apa artinya nasib, Mullah?”
“Asumsi Asumsi”
“Jelasnya bagaimana?”
“Begini. Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tapi kenyataanya tidak begitu. Nah, itulah yang disebut sebagai nasib buruk. Sekarang, kau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu¬† akan menjadi buruk, tapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya.¬† Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi. Dan engkau kehilangan¬† intuisi atas apa yang akan tejadi. Engkau punya asumsi bahwa masa depan itu tidak bisa ditebak.”
“Ketika engkau terperangkap didalamnya, maka engkau namakan itu Nasib.”

Guna sebuah lampu

“Aku bisa melihat dalam gelap,” bual Nasrudin suatu hari di warung kopi.
“Kalau begitu, kenapa kami terkadang melihatmu membawa lampu ketika kau berjalan di malam hari?”
“O, itu sih hanya untuk mencegah agar orang tidak menabrakku.”