Asumsi

“Apa artinya nasib, Mullah?”
“Asumsi Asumsi”
“Jelasnya bagaimana?”
“Begini. Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tapi kenyataanya tidak begitu. Nah, itulah yang disebut sebagai nasib buruk. Sekarang, kau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu  akan menjadi buruk, tapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya.  Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi. Dan engkau kehilangan  intuisi atas apa yang akan tejadi. Engkau punya asumsi bahwa masa depan itu tidak bisa ditebak.”
“Ketika engkau terperangkap didalamnya, maka engkau namakan itu Nasib.”

2 Responses to Asumsi

  1. rony harimurti says:

    kayak tulisnya pak udiek, kalo engga salah sih, soalnya udah lama engga baca naskah beliaunya…….

  2. mustaqim says:

    bukan, dari buku humor sufi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: